Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Saturday, January 23, 2016

Pintu Rejeki

"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu lain terbuka. Seringkali kita menatap terlalu lama ke pintu yang tertutup itu sehingga tidak dapat melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita."
(Helen Keller)

Tenang, masih banyak pintu yang terbuka :)

Saya hapal mati dengan quote di atas dari sejak jaman kuliah. Waktu itu lagi keranjingan quote-quote. Dikasih sama salah seorang teman, dua lembar (apa tiga lembar ya) print-print-an berisikan kata mutiara. Dibawa kemana-mana, kalo lagi down dibaca, buat bahan kirim SMS ke gebetan juga hahaha.

Dulu sih saya mengartikan lebih ke persoalan cinta. Maklumlahh ABEGEH. Jadi kalo putus TTM-an sama si anu, tenang saja kita bisa TTM-an sama yang lain. Haduh gubrak deh.

Saturday, May 23, 2015

Bermimpilah Bahkan Untuk Hal Yang Mustahil Sekalipun



Bermimpilah bahkan untuk hal yang mustahil sekalipun. Bermimpi yang saya maksud di sini bukan mimpi bunga tidur ya. Tapi sebuah impian atau angan-angan.

Saya ingat betul dulu jaman saya masih siaran radio di Makassar. Saat-saat mendekati hari H saya resign karena Papa sudah pensiun. Angan-angan banget pengen bisa bawain acara talkshow bareng artis. Beberapa rekan penyiar sudah ada yang melakukannya. Tapi gimana ya, kebetulan acara yang saya pegang di radio itu bukan jam yang biasanya ada artis datang. Pasrah dan hanya sanggup bermimpi. Ngga lama kemudian manager radio bilang sama saya bahwa besok di jam saya siaran bakal interview sama beberapa artis yang kebetulan ada event di Makassar. Ada Olivia Zalianti, Ibnu Jamil, Demian, sama beberapa orang lagi yang ngga begitu terkenal #ops, maksudnya saya yang ngga gaul karena ngga tahu mereka hihii.

Friday, February 28, 2014

Menghargai Pilihan Orang Lain

"Eh, tau nggak, itu ibu A masak ya anaknya waktu belum setahun ngga boleh makan yang pake garem sama gula, berasnya juga harus beras organik. Pantes anaknya ngga doyan makan. Orang dewasa kayak kita aja coba makan makanan kayak gitu, pasti ngga doyan, apalagi anak-anak."

Sebut saja itu ibu B yang cerita pada saya.

Menurut ibu B, sedari kecil anak seharusnya dikenalkan pada rasa, asin, manis, pahit, kecut dll. Jadi bagi dia tindakan ibu A salah. Tapi ibu A pun bukan tanpa alasan berbuat demikian. Menurut informasi yang dia baca di salah satu web terpercaya, ginjal anak di bawah usia satu tahun belum kuat menerima gula maupun garam.