Apa kamu sering merasa muram, sedih, sampai perasaan tertekan? Hati-hati, jangan-jangan kamu sedang depresi. Naudzubillahimindazlik semoga ngga ya.. Tapi ga ada salahnya juga kita antisipasi, sebab katanya ketiga tanda yang saya sebutkan tadi memang merupakan tanda-tanda depresi. Salah satu penyebab depresi, bisa karena polusi lho!
Saya jadi inget jaman masih sering luntang-lantung naik motor sama temen. Polusi emang bikin stres banget. Apalagi kan dulu itu belum wajib pakai helm standar yang ada tutupan di bagian mukanya. Kebanyakan orang masih pakai helm cakil, yang mana sebatas nutupin kepala bagian atas doang, jadi bagian mukanya polosan ngga ditutupin apa-apa. Helm tanpa tutupan bagian muka dan tidak pakai masker pula. Haduuh.
Saya jadi inget jaman masih sering luntang-lantung naik motor sama temen. Polusi emang bikin stres banget. Apalagi kan dulu itu belum wajib pakai helm standar yang ada tutupan di bagian mukanya. Kebanyakan orang masih pakai helm cakil, yang mana sebatas nutupin kepala bagian atas doang, jadi bagian mukanya polosan ngga ditutupin apa-apa. Helm tanpa tutupan bagian muka dan tidak pakai masker pula. Haduuh.
Dulu belum punya kesadaran kalo paparan polusi udara dalam jangka panjang itu bisa membahayakan kesehatan manusia, baik fisik maupun psikis. Penyakit fisik yang sering terjadi akibat polusi adalah pusing dan sesak napas. Dan gangguan psikisnya bisa sampai bikin orang menjadi depresi.
Menurut literatur yang saya baca, pada tahun 2015, WHO mencatat lebih dari 300 juta orang menderita depresi atau setara dengan 4,4 persen dari populasi dunia. Hampir setengah dari orang-orang ini hidup di wilayah Asia Tenggara dan Kawasan Pasifik Barat. Dan 3 juta kematian per tahun akibat terpapar polusi udara, di mana 90 persen kematian banyak terjadi di negara berkembang. Sementara di Indonesia sendiri, sebanyak 9,1 juta orang menderita depresi atau sekitar 3,7 persen dari populasi!















