Showing posts with label kuliner makassar. Show all posts
Showing posts with label kuliner makassar. Show all posts

Thursday, May 14, 2015

#CurhatanRasa Thifa: Masakan Kita Enak!

Anak seribu pulau, begitu saya memberi julukan pada diri saya sendiri. Lebay huehehe, karena meskipun dulu saya sering tinggal berpindah-pindah sesuai tempat dimana Papa ditugaskan, tapi ya ngga sampai seribu juga kali pulaunya. Jangankan seribu sepuluh aja ngga ada. Tapi biarlah, biar kedengaran keren gitu yak, kaya acara di tv jaman dulu ada kan "Anak Seribu Pulau" *langsung ketahuan jamannya hihi.

Karena berpindah-pindah itulah, selain saya melakukan jelajah daerah tempat tingggal, otomatis saya juga melakukan jelajah rasa. Tiap kota yang saya singgahi punya kuliner khasnya masing-masing. Semuanya berkesan, tapi ada satu yang pernah saya kangenin banget tapi ngga tahu harus cari di mana di Semarang, kota yang saya tinggali saat ini. Sekalinya udah nemu resto yang menjual makanan itu, harganya lumayan mahal. Rp 30.000 seporsi, bagi Mak Irits itu pastinya mahal banget kan yaaah. Emang makanan apa siih? MIE TITI alias mie kering khas Makassar yang disiram kuah panas kental dengan berbagai macam isian.

Seorang kawan menyarankan untuk masak sendiri. Hah masak sendiri? Sayah? Masak mie titi? Kalo mie instan sih bisa hihihi.

"Gampang kok, kukasih resepnya ya by email," begitu kata si teman. Dan begitu saya buka email dari teman saya itu.. "Hah  begini doang?" Bumbunya gampang banget, ngga perlu ngulek-ngulek. Hanya butuh satu bumbu halus yaitu merica. Aah itu mah gampang kan udah ada lada putih halus bubuk Koepoe Koepoe.

Saturday, April 11, 2015

Oleh-Oleh Khas Makassar

Saya dulu bingung kalo ada teman yang minta dibawain oleh-oleh khas Makassar. Kenapa? Ini ceritanya

*********

Saya selalu menyebut Makassar kampung halaman kedua.

Saya tinggal di Makassar sejak kenaikan kelas 4 SD. Waktu itu Papa dipindahtugaskan dari Bandung. Cukup lama tinggal di sana, sampai pertengahan kelas tiga SMP, kami pindah ke Denpasar. Saya cuma setengah tahunan di Denpasar, hanya menamatkan SMP saja, kemudian memilih untuk LDR sama orang tua, dan ikut Mbah di Kudus, kota kelahiran saya.

Lulus kuliah dari D3 Public Relations UNDIP Semarang saya balik lagi ke Makassar. Papa dipindahkan ke sana lagi setelah lima tahunan dinas di Denpasar. Ngga lama saya tinggal di sana dapet panggilan kerja di radio Venus Makassar. Alhamdulillah impian saya sejak SMA kesampaian juga ^_^

Waktu tinggal di Makassar yang pertama kalinya saya kurang begitu excited sama kuliner Makassar. Yang saya tahu sih cuma coto Makassar, sop konro, pisang ijo, sama pisang epe. Itupun makannya cuma sesekali, masih bisa dihitung dengan jarilah padahal udah lima tahun saya tinggal di sana. Karena emang keluarga kami termasuk yang jarang banget makan di luar rumah. Dan lagi makanan macam coto, sup konro yang berdaging-daging itu kurang cocok untuk apa yang punya kolesterol hehehe.

Pas yang keduakalinya ke Makassar, barulah saya lumayan banyak mengeksplore kuliner Makassar. Secara udah kerja juga ya, jadi bebas mau makan di luar kan pake uang sendiri hehehe.