Showing posts with label resensi buku. Show all posts
Showing posts with label resensi buku. Show all posts

Wednesday, March 25, 2015

Cherish You, Pacaran Setelah Menikah Itu Seru!

Pacaran setelah menikah. Rifka sama sekali tidak pernah kepikiran akan hal ini. Apalagi sebelumnya ia juga pernah menjalin hubungan spesial dengan beberapa laki-laki yang akhirnya kandas di tengah jalan. Rifka dihadapkan pada pilihan yang sulit. Keinginannya untuk berbakti pada sang ibu, menjalankan amanat almarhumah kakak tercinta, dan perasaan takut kehilangan ponakan kesayangan yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri memaksa ia harus mau melakukannya. Tapi yang membuatnya semakin bimbang, selain tak ada perasaan cinta, pria itu adalah Mahira, kakak iparnya sendiri (Cherish You karya Irfa Hudaya).

******

Saya sempet kaget loh waktu Mba Irfa kirim massage di FB, minta saya buat endorsement novel terbarunya Cherish You. Ya masa penulis kemarin sore yang jam terbanganya ngga lebih tinggi dari dia disuruh mengendorse. Tapi saya iyakan aja, lumayan kan numpang tenar di bukunya orang huahahah *pikiran picik.

Waktu Mba Irfa tanya butuh berapa hari saya untuk membaca ceritanya, sebenarnya saya mau bilang sebulan hahaha. Emang loh saya kalo baca novel bisa paaanjang dan laamaa. Saya hanya bisa cepet baca buku komedi macam Anak Kos Dodol, buku-bukunya Raditya Dika, Cado-cado, dll. Apalagi kalo banyak interupsi misalnya, anak yang tiba-tiba rewel, kucing yang pipis sembarangan, dll. Tapi saya tahu dirilah Mba Irfa butuh cepet biar novelnya bisa cepet terbit, royaltinya cepet cair hihihi aamiin. Akhirnya saya sok-sok an menyanggupi tiga hari. Eh ternyata beneran sanggup loh. Kok bisa???

Saturday, March 21, 2015

Koala Kumal, Kumpulan Cerita Patah Hati

Mak Irits bersama koala kumal
Halo temans, sudah baca koala kumal, kumpulan cerita patah hatinya Raditnya Dika? Saya sudah dong, fans Radit garis keras gitu loh *padahal cuma punya tiga bukunya doang lainnya minjem :p

Postingan ini udah dari kemaren saya draft, edit, simpen lagi, ngerasa ngga jago bikin review atau resensi buku. Jadi saya juga ngga mau menyebut ini review atau resensi hanya sekedar cerita atau ulasan singkat aja lah ya...

Isi dari buku koala kumal rata-rata cerita Raditya Dika (singkat RD aja ya) tentang patah hati yang pernah dialaminya. Bukan hanya dengan sesorang yang sudah terikat hubungan, patah hati pernah dirasakan RD pada perempuan yang bahkan belum dia ketahui namanya. Pernah juga ia merasa patah hati pada sebuah persahabatan.

Ini juga yang menjadi alasan RD memberi judul bukunya "Koala Kumal". Seperti yang kita tahu selama ini Raditya Dika memang selalu menggunakan nama binatang dalam setiap bukunya. Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus (dengan tagline bukan binatang biasa),  Babi Ngesot, Manusia Setengah Salmon, Marmut Merah Jambu, dan buku terbarunya yang sekarang kita bahas, Koala Kumal.

Ada filosofi di balik pemberian nama judul. RD pernah melihat sebuah foto yang bercerita tentang koala yang bemigrasi dari hutan tempat tinggalnya. Beberapa bulan kemudian koala kembali ke hutan namun ternyata hutan itu sudah berubah, diratakan dengan tanah oleh penebang liar. Si koala duduk diam di hutan seolah memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya namun sekarang tidak lagi dikenalnya. Seperti rasa patah hati terhebat yang pernah RD alami. Mantan pacar yang dulu meninggalkannya karena selingkuh dengan laki-laki lain, mengatakan menyesal dan ingin kembali pada RD.

Saturday, January 25, 2014

Dokter Juga Manusia, Pernah Dodol Juga

Akhir-akhir ini saya lagi keranjingan baca buku non fiksi, seperti The Naked Traveller, Anak Kos Dodol, Cenat-cenut Repotrter, dan buku-buku karangan Raditya Dika.

Selain karena emang suka dengan genre ini, sebagai referensi aja untuk buku yang ingin saya terbitkan? Hahaha kapan itu? Aminkan saja deh.

Kalo kemaren baru bikin resensi buku Mother Keder, sekarang pengen ngeresensi buku Cado-cado 3. Catatan Dodol Calon Dokter.

Buku ini baru saya beli pas libur akhir Desember kemaren. Bayangin ibu-ibu, menggendoing bayi dan menggandeng anak batita, di tengah-tengah anak ABG baca buku sambil senyum-senyum sendiri. Ya, di rak buku Gramed yang saya kunjungi memang kebanyakan disambangi sama anak ABG. Ah saya juga kan masih ABG, cuma udah beranak-pinak aja hihihihi.

Ini ngomong terus kapan ngeresensinya? Hihihihi.