"Saya harus #beranilebih pede, kesempatan yang sama tak datang dua kali."
Itu yang kerap kali saya ucapkan lantang pada diri saya sendiri. Masih teringat jelas di benak saya, ketika mengikuti workshop parenting yang menghadirkan Kak Seto Mulyadi sebagai pembicara. Kala itu Kak Seto pamit untuk pulang lebih dulu pada peserta dikarenakan ada agenda lain di kota yang berbeda. Acara memang sudah hampir selesai, setelah sesi Kak Seto tinggal games dan makan siang saja.
Dalam hati saya merasa pengen banget keluar ruangan minta foto bareng Kak Seto. Ya kapan lagi saya dapet kesempatan ketemu Kak Seto kan? Tapi saya ragu, saya malu, saya nggak percaya diri. Saya takut dibilang ndeso minta foto bareng, saya takut ditolak sama Kak Seto karena mungkin dia terburu-buru. Butuh cukup waktu lama untuk saya meyakinkan diri saya sendiri, cuma seorang saja yang minta foto bareng masa ditolak. Karena waktu itu memang ngga ada sama sekali peserta yang beranjak dari tempat duduknya mengejar kak Seto. Kalaupun ditolak ya udah gapapa. Akhirnya sayapun keluar ruangan, mencari Kak Seto. Tapi, saya sudah terlambat.
Ada penyesalan mendalam kenapa saya tidak #beranilebih pede kala itu. Keliahatannya sepele, cuma gagal foto bareng aja, kok menyesalnya sampai seperti itu. Tidak sesederhana itu. Perasaan minder, malu, ragu, seperti sudah mengakar dalam diri saya. Bukan hanya sekali saya melewatkan kesempatan baik hanya karena tidak pede. Pernah dulu, seorang teman kos meminta saya ngemsi di acara ultah anaknya, tapi saya tolak, dengan berbagai macam alasan, yang sebenarnya saya ngga pede karena belum punya pengalaman ngemsi. Padahal untuk menjadi "berpengalaman" harus ada sesuatu yang baru pertamakali dilakukan.