Showing posts with label komunitas. Show all posts
Showing posts with label komunitas. Show all posts

Tuesday, March 10, 2020

Kopdar 5 Tahun Blogger Gandjel Rel, Dari Kita Untuk Kita, Oleh Kita

Huaaa baru nulis tentang ultah blogger Gandjel Rel kelima sekarang, padahal perayaannya udah 3 minggu lalu? Sibuk bu? Ngga juga sih cuma masih belum berhasil me-manage waktu aja kali yaa. Kebanyakan ke distract sama grup whats app dan scroll timeline ngepoin kapten Ri huahaha. Padahal saya bukan juga orang yang aktif di WAG, gimana kalo aktif yaa.

Jadiii Gandjel Rel ini tanggal 12 Februari kemaren sudah berusia 5 tahun. Ngga berasa, kaya baru kemaren bikin acara ultah, eeh kok ujug-ujug udah ultah lagi.

Ulang Tahun Gandjel Rel ke-5

Teringat dulu pertama kali Gandjel Rel terbentuk. Terdorong untuk bikin komunitas ini karena Teh Ani Berta yang menyarankan untuk bikin komunitas blogger di Semarang. Sebenarnya komunitas blogger udah ada, cuma udah kurang aktif. Karena kami basicnya berteman dari komunitas penulis ibu-ibu akhirnya membentuk komunitas blogger yang khusus perempuan. Selain itu supaya ada perbedaan dengan komunitas blogger yang sudah ada sebelumnya.

Monday, February 22, 2016

#1thGandjelRel, Ngeblog Ben Rak Ngganjel

Halo temans,

Alhamdulillah... Hari ini setahun yang lalu saya masih ingat, saya dan empat orang teman, Dedew, Mak Uniek, Wuri, dan Lestari bersepakat untuk mendirikan Gandjel Rel, sebuah komunitas blogger perempuan di Semarang.

meeting founder, uhuks! foto milik Uniek K

Komunitas blogger kami, blogger Gandjel Rel sudah satu tahun. Selamat ulang tahun yang pertama Blogger Gandjel Rel!

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa dikasih nama Gandjel Rel? Bisa dibaca di blog www.gandjelrel.com. Postingan selesai hahaha. Ngga ding.

Jadi... bagi yang belum tahu, gandjel rel itu merupakan makanan khas Semarang yang sudah ada sejak jaman Belanda dulu. Menurut yang saya baca dari Wikipedia, nama asli makanan ini adalah roti gambang--karena bentuknya yang mirip dengan alat musik gambang--tapi masyarakat Semarang lebih mengenalnya dengan nama “ganjel rel”. Kenapa teksturnya yang bantat, dan bentuknya yang seperti ganjel rel (bantalan rel).

Saturday, January 18, 2014

Met Ultah KEB

Kalo tahun lalu saya udah nulis Setahun KEB: Ngeblog Jadi Lebih Seru!, di ultahnya yang kedua enaknya nulis apa ya? Bingung. Senyap. jari-jemari tetap menari di atas keyboard untuk menuliskan kata-kata tak jelas ini.

Ya sudah ngucapin selamat ultah saja lah... *what hasil semedi cuma dapet ini???

Met Ultah KEB yang kedua. Karenamu saya bisa berkenalan dengan emak-emak hebat. Karenamu saya bisa keliling dunia hanya dengan menatap layar kompi, membaca cerita-cerita mereka. Dan karenamu, panggilan "EMAK" yang sangat Indonesia itu bukan lagi monopoli bakul pisang. Hehe, jujur, dulu saya ngerasa panggilan emak itu kayak ndeso, yang biasa saya panggil mak, ibu-ibu tua yang jualan pisang di pasar. Tapi setelah dipopulerkan sama KEB saya jadi bangga dipanggil emak. Hidup Emak :)

Kalo bicara harapan.. tentu, berdoa smoga KEB makin berkibar, begitupun para anggotanya... Dan suatu hari bisa ngadain kegiatan offline selain di Jabodetabek dan Bandung, Semarang misalnya. Maunya.. hihi

Mari terus semangat ngeblog emak-emak. Berbagi cerita, berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi inspirasi. Kumpulan Emak-Emak Blogger, kami ada untuk berbagi :)


Friday, May 24, 2013

Ibu-ibu Doyan Nulis Bukan Pengangguran

Rahmi Jr. sedang nulis nih :D
Sebenarnya saya tipikal orang rumahan yang betah berlama-lama di rumah, asalkan satu syaratnya ada internet!

Kenapa internet? Ya karena dari sana saya bisa melihat dunia meskipun hanya berada di dalam rumah. Apalagi setelah adanya facebook kemudian mengenal blog, rasanya jadi tambah gaul ajeh. Terpatahkan deh tuh pendapat orang-orang yang mengatakan wanita yang ngga ngantor sama dengan minim pergaulan. Mereka yang bilang begitu pasti belum mengenal peradaban deh hihihi.

Tapi lama kelamaan di rumah terus ternyata juga bikin jenuh ya. Udah kayak katak dalam tempurung, pengangguran tingkat akut. Mulai goyah dengan status di KTP "Mengurus Rumah Tangga". Kok rasanya kurang keren, itu seperti istilah lain untuk "ibu-ibu pengangguran", hiks.

Pengen jalan keluar, tapi bingung juga mau kemana. Apalagi Semarang ini kan minim tempat wisata yah. Eh sebenarnya banyak ding tapi sayang ngga dikelola dengan baik (menurut saya loh..). Paling-paling ya ke mall. Tapi gimana wong saya juga bukan tipikal orang yang suka jalan-jalan ke mall. Habisnya kalo belanja di mall ngga bisa nawar sih hihihi *naluri emak-emak*.

Mau ngajak temen jalan.. ah mereka kan juga udah punya urusan masing-masing susah juga. Pengennya sih kalo keluar rumah, keluar yang bermanfaat gituh.

Suka iri ngeliat temen-temen blogger atau penulis ikut kegiatan ini dan itu.. Sayang di Jakarta, mau ikut berat diongkos. Mbok sesekali ngadain kegiatan di Semarang gitu *yang ini giliran mereka yang berat diongkos hihihi*.

Suatu hari dikala sedang blogwalking, seorang blogger menyebut-nyebut nama Wuri Nugraeni yang merupakan salah satu anggota komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang. Baru tahu saya kalo ternyata di Semarang ada komunitas penulis juga. Langsung saya cari nama itu di FB, kemudian tanya-tanya tentang komunitas IIDN.

Thursday, May 16, 2013

Belajar Trik SEO Sederhana

Selain meet&greet sama penulis buku anak mba Dian Kristiani dan sharing tentang blog with me hihihi, di kopdar IIDN Semarang kemarin, kami juga belajar trik SEO Sederhana. Mau langsung praktek di postingan ini ah...
gambar: search google

Tuesday, May 14, 2013

Jadi Orang Jangan Kepengenan!

Want to be everything, not to be anything. Hihi itu bener ngga sih tata bahasanya. Payah setahun les conversation, bahasa inggrisnya tetep aja kacau. Lah niat les buat cari jodoh sih bukan cari ilmu hihihi. Jadi yang mau saya bilang ini loh.... “Ingin jadi segalanya malah tidak menjadi apapun”.



Pesan itu saya dengar untuk yang kedua kalinya, pertama dari si ayah yang kedua dari mbak Dian Kristiani waktu acara kopdar Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang kemaren.

Kata mba Dian banyak orang yang kepengenan. Liat orang lain nerbitin buku anak, pengen. Liat orang lain bikin teenlit pengen... liat orang lain menang lomba blog pengen juga. Walhasil ngga ada satupun yang didapat. Ngga fokus sih.

Emang ngga boleh jadi generalis? yang bisa melakukan banyak hal dan bisa menulis banyak genre? Ya boleh aja, asalkan kita fokus dulu sama salah satunya, gali ilmu sebanyak-banyaknya, usaha, trus doa. Ntar kalo udah berhasil baru merambah ke yang lain.