Sudah kewajiban bagi si mampu
membantu yang susah. Tapi kalau bantuannya berakhir sia-sia, rasanya nyesek
juga.
Beberapa tahun lalu Orangtua saya
menyekolahkan anak pembantu yang belum juga masuk sekolah karena masalah biaya,
padahal usianya sudah mencukupi. Setelah mendaftarkan dan diterima, Orangtua
saya langsung membayar sejumlah uang sekolah, membelikan seragam dan segala
kelengkapan buat si anak.
Baru berjalan satu bulan, dapat
laporan dari gurunya, anak itu sudah tiga hari tidak masuk. Orangtua saya pun
menemui si anak dan ibunya. Setelah ditanya, akhirnya anak itu bilang, ngga kepengen sekolah, udah dibujuk bagaimanapun tetep ngga mau dan ibunya ngga
bisa berbuat apa-apa.