Friday, July 10, 2026

Camping di Umbul Sidomukti, Wisata Rekomendasi di Bandungan

Bismillah, posting lagii setelah sekian lama absen.

Kali ini mau cerita pengalaman camping di Umbul Sidomukti Bandungan Kabupaten Semarang Jawa Tengah sekeluarga besar.

Niatan staycation di Umbul Sidomukti sebenarnya udah lama ada, sejak bulan Juli 2023. Tapi nggak dapet waktu yang pas bisa semua. Terus sempet mau di bulan Juni 2024 sebelum Fatih mondok, tapi ya karena berbagai hal nggak jadi lagi.

Barulah kemarin di bulan April ngobrolin lagi rencana piknik ini. Awalnya ragu, karena saat itu memang bokek sebokek-bokeknya wkwkwk. Mana masih banyak tunggakan sekolah anak yang belum dibayar. Akhirnya kepikiran, gimana kalau kami camping aja, biayanya kan lebih murah. Yang lain silakan kalau mau di villa, karena Ibu juga nggak mungkin di camping.

Akhirnya saya sama Mbak Lia bersepakat camping aja. Awalnya bingung mau di camping mawar apa di Umbul ya, tapi akhirnya pilih umbul, dengan pertimbangan kalau warga wiri ke villa nanti ga perlu bayar tiket masuk lagi.

Biaya camping di Umbul cukup murah. Awalnya kami mau pilih Teras Camping, yang fasilitas lebih lengkap, tapi karena full, akhirnya kami booking yang tenda dome.

Tarifnya 200ribu pertenda. Satu tenda isi tiga orang. Karena saya sama Mbak Lia, totalnya ada 9 orang, maka kami book tiga tenda. Fasilitasnya, selain sudah disiapkan tenda, ada matras dan sleeping bag. Colokan ada di beberapa titik dekat tenda, ada kran air juga di tiap baris, lalu ada dapur umum. Tapi saya sih lebih suka masak-masak sendiri aja depan tenda. Selain itu, sudah free masuk kawasan Umbul dan kolam renang.

Bedanya sama teras camping yang rate nya 300ribu adalah, teras camping sudah dilengkapi kasur juga sarapan. Kalau dihitung-itung totalnya, jadi murah teras camping sih, karena sarapan 25ribu perorang, kalau kali 3 kan 75 ribu. Kasur itu kalau sewa 50ribu.

Begitu sampai Umbul Sidomukti, kami cek in dulu ke tenda. Setelah meletakkan barang-barang, barulah naik ke villa tempat nginap Ibu, Adek Dila, dan Mbak Ika. 

Di vila kami masak-masak yang gampang dan simpel. Rebus dimsum dan bakar-bakar bakso. Kelihatannya kok banyak banget yang dibakar, eh sekejap mata habis juga.

Tak lupa foto-foto, demi memudahkan dokumentasi, kami sewa jasa dokumentasi dari @jasatemansemarang. Mereka ini terima jasa penitipan anak, temen jalan, dan dokumentasi. Tarifnya murah, dua jam cuma 50ribu aja. Alat dokumentasinya memang bukan DSLR, tapi iphone, lumayanlah. Karena jauh di Umbul Sidomukti tambah biaya transportasi 50K.

Kami di villa sampai Isya, lantas kembali ke tenda. Sampai tenda nggak langsung tidur, lah. Mungkin baru tidur di jam 22.30. Hawanya cukup dingin, tapi kalau bagi saya sih dinginnya ya biasa aja. Si ayah tuh sama anak-anak yang kayaknya kedinginan banget. Alhamdulillah nya nggak ada nyamuk, padahal udah siap obat oles nyamuk dari rumah.

Gimana rasanya tidur di tenda? Alhamdulillah saya nyaman-nyaman aja. Padahal di rumah seringkali kalau cuma tidur beralasan karpet badan sakit-sakit. Kemarin syukurnya nggak. Nyenyak ajaa sampai subuh.

Habis subuhan kami rebus-rebus pisang sama dimsum buat sarapan, kemudian jalan-jalan di sekitar lokasi camp. Sekitar pukul 07.00 ke lokasi kolam renang. Awalnya si Ayah dan kakak-kakak nggak mau berenang karena takut dingin. Eh begitu lihat kolamnya, kakak-kakak balik lagi ke tenda ambil baju renang.

Area kolam sepertinya jauh lebih bagus dari waktu saya pernah ke umbul di tahun 2018. Kayak nya dulu nggak ada kolam air angetnya deh. 

Sekitar satu jam kami balik lagi ke tenda. Karena saya belum mandi, mandinya di toilet umum. Asalnya mau mandi ke villa tapi kok kaya cape pindah-pindah muluk apalagi rencana masih mau main wahana adrenalin.

Setelah mandi, sempet tunggu-tungguin sama Mbak Ika dan Adek, maksudnya mau main wahana bareng, tapi rupanya WA saya nggak sampai karena susah sinyal, jadi nggak dibales-bales. Begitu ada sinyal, mereka yang awalnya di kolam renang udah balik ke villa. Akhirnya main wahana sama keluarga Mbak Lia aja. Eman soalnya kalau nggak main, udah jauh-jauh ke sini. Ada promo pulak empat wahana adrenalin (ATV, rolling bike,  Marine bridge, flying fox, hanya bayar 50ribu. Padahal harga normal itu, ATV doang 50ribu, loh.

Saya beli dua tiket, itupun nggak kepake semua. Hana main Rolling bike sama Marine bridge, Ayah main ATV, Thifa main flying fox dan ATV boncengan sama ayahnya. Asalnya Hana masih mau main flying fox tapi kami dikejar waktu, mana antri panjang pulak.

Keluar dari tempat wahana udah jam 11 lewat, hampir jam 12 malah. Dek Dila udah siap-siap cek out dari vilanya. Karena udah jam maksi, kami makan bareng dulu di Pondok Kopi. Waktu ke sana, lumayan rame pengunjungnya, untuk masih kebagian tempat. Total makan ber-18 hampir sejutaan, kira-kira mahal apa murah? :D

Setelah makan, Mbak Ika langsung balik Kudus. Mbak Lia anter adek dulu pindah tempat nginap di small forest cabin. Saya juga ikut ke sana sampai habis Asar.

Alhamdulillah kumpul keluarga kami seru dan menyenangkan. Tapi rasanya kurang puas sih kalau cuma semalam di Umbul sidomukti, serasa kurang mengeksplor seluruh tempat wisata yang ada di sana.

Menurut saya Umbul Sidomukti termasuk tempat wisata yang rekomen di Semarang (Kabupaten xixi). Kalau cari tempat camping di Bandungan, camping aja di Umbul Sidomukti, murah, nyaman, dan seru. Tapi saya juga penasaran sih kalau camping di mawar seperti apa. Mungkin next agendakan ke sana.

Oh, iya, sedikit tips camping di Umbul sidomukti:

1. Bawa kendaraan yang kuat nanjak. Pengalaman tetanggaku ke sana, katanya mobilnya nggak kuat naik.

2. Persiapkan perbekalan lengkap baik makanan maupun peralatan. Karena yang namanya camping, ya, enak masak-masak sendiri, tapi yang gampang-gampang aja. Contoh rebus-rebusan atau bakaran. Umbul Sidomukti tu masuknya cukup jauh ya, jadi repot kalau misal ada yang kurang terus harus belanja-belanja lagi. Meski di area wisata ada jual makanan juga, tapi kan mungkin kurang komplit.

3. Bikin rundown aja, kalau waktumu singkat, biar efisien, bisa puas eksplorasi. Keuntungannya kalau nginap kamu bisa ke kolam renang sewaktu-waktu, nggak ngikutin jam buka. Jadi pagi banget langsung aja ke kolam, setelahnya bisa dilanjut main wahana sebelum pengunjung dari luar berdatangan, jadi antrinya nggak lama.









No comments:

Post a Comment